Realisasi KUR Capai Rp 260,8 Triliun hingga Oktober 2026, Jangkau 4 Juta Debitur
Suara Pecari – Penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) di Indonesia telah mencapai Rp 260,8 triliun hingga 21 Oktober 2026, dengan total debitur yang terlayani mencapai lebih dari 4 juta orang. Realisasi ini menunjukkan komitmen pemerintah dalam memperluas akses pembiayaan bagi pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di seluruh negeri.
Data Penyaluran KUR dan Debitur
Menurut Menteri Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), Maman Abdurrahman, dari total 4.042.411 debitur yang menerima pembiayaan KUR, sebanyak 1.606.995 adalah debitur baru yang pertama kali mengakses fasilitas tersebut. Selain itu, sebanyak 702.785 debitur mengalami graduasi atau naik kelas usaha, menandakan perkembangan positif dalam skala usaha mereka.
Fokus pada Sektor Produksi
Pemerintah memberikan perhatian khusus pada penyaluran KUR di sektor produksi. Hingga 21 Oktober 2026, penyaluran KUR ke sektor produksi mencapai Rp 170,9 triliun, meningkat dari 54,2 persen pada 2025 menjadi 56,7 persen pada 2026. Pemerintah juga menetapkan target agar sebanyak 65 persen dari total alokasi KUR, yang diperkirakan sekitar Rp 300 triliun, wajib disalurkan ke sektor produksi.
Subsidi Bunga dan Pembiayaan Non-KUR
KUR diberikan dengan subsidi bunga dari pemerintah sebesar kurang lebih 10 persen, sehingga membantu meringankan beban biaya pembiayaan bagi pelaku UMKM. Sementara itu, pembiayaan non-KUR, yang juga mendukung sektor UMKM, diberikan dengan bunga normal. Total pembiayaan bagi sektor UMKM pada tahun 2025 tercatat sekitar Rp 1.500 triliun, yang terdiri dari Rp 290 triliun penyaluran KUR dan sekitar Rp 1.200 triliun pembiayaan non-KUR.
Dampak dan Perkembangan
Secara akumulatif, selama periode 2025 hingga 2026, lebih dari 4,35 juta pelaku UMKM mendapatkan akses pembiayaan formal melalui KUR untuk pertama kalinya. Selain itu, lebih dari 2,24 juta pelaku UMKM mengalami peningkatan kelas usaha, menandakan kontribusi pembiayaan ini dalam pengembangan ekonomi mikro nasional.
Langkah pemerintah dalam mendorong penyaluran KUR terutama pada sektor produksi diharapkan dapat memperkuat daya saing UMKM, meningkatkan produktivitas, dan memperluas lapangan pekerjaan di Indonesia.
Artikel ini ditinjau & dipublikasikan oleh Tim Editorial Suara Pecari.










