Sejumlah Bank Sentral Dunia Tarik Penyimpanan Cadangan Emas ke Luar AS
Suara Pecari – Sejumlah bank sentral di berbagai negara melakukan perubahan strategi penting dengan menarik penyimpanan cadangan emas mereka dari Amerika Serikat (AS) ke lokasi lain. Langkah ini dilakukan sebagai respons terhadap ketegangan geopolitik dan ketidakpastian ekonomi global yang meningkat.
Eskalasai Pembelian dan Pemindahan Cadangan Emas
Menurut laporan riset Goldman Sachs, pembelian emas oleh bank sentral secara global melonjak tajam, mencapai 79 ton pada Agustus 2026, lebih dari empat kali lipat dibandingkan rata-rata sebelum 2022 yang sekitar 17 ton. Laju pembelian emas kini diperkirakan stabil di sekitar 85 ton per bulan secara musiman.
Peningkatan pembelian ini dipicu oleh konflik Rusia-Ukraina yang mengubah peta geopolitik dunia dan mendorong negara-negara mengurangi ketergantungan pada mata uang utama G7, terutama dolar AS.
China sebagai Pembeli Terbesar
China tercatat sebagai pembeli emas terbesar dengan serapan mencapai 25 ton pada Agustus 2026. Meskipun demikian, porsi emas dalam cadangan devisa China masih dianggap di bawah alokasi jangka panjang, sehingga upaya penambahan cadangan emas diperkirakan akan berlanjut.
Strategi Pengelolaan Lokasi Penyimpanan Emas
Selain menambah porsi kepemilikan, bank sentral negara maju fokus pada penataan ulang lokasi penyimpanan emas untuk menjaga keamanan dan fleksibilitas likuiditas saat krisis. Contohnya, Bank Sentral Belanda (De Nederlandsche Bank/DNB) memindahkan 86 ton emas dari New York dan Ottawa ke London pada September 2026. DNB menilai emas yang disimpan di Bank of England, London, lebih fleksibel dan cepat untuk ditransaksikan saat situasi darurat dibandingkan emas yang tersimpan di AS atau Kanada.
Langkah serupa dilakukan Bank Sentral Prancis (Banque de France) pada Maret 2026 dengan menjual 129 ton emas yang tersimpan di New York dan menggantinya dengan emas baru yang disimpan di Eropa. Langkah ini juga bertujuan untuk meningkatkan standar kemurnian emas batangan milik negara menjadi di atas 99,99 persen.
Konteks dan Dampak
Perubahan strategi penyimpanan cadangan emas ini mencerminkan keinginan negara-negara, terutama yang berkembang dan maju, untuk meningkatkan kedaulatan ekonomi dan mengurangi risiko geopolitik yang terkait dengan penyimpanan emas di AS. Selain itu, fleksibilitas likuiditas saat krisis menjadi faktor krusial dalam pengambilan keputusan ini.
Pergerakan cadangan emas ini juga menandai pergeseran dalam dinamika ekonomi global, di mana negara-negara semakin berhati-hati dalam mengelola aset strategis mereka agar lebih siap menghadapi ketidakpastian ekonomi dan politik dunia.
Artikel ini ditinjau & dipublikasikan oleh Tim Editorial Suara Pecari.










