Korban Tewas Banjir Bandang Nepal Lampaui 600 Orang, Ribuan Masih Hilang

Korban Tewas Banjir Bandang Nepal Lampaui 600 Orang, Ribuan Masih Hilang

Suara Pecari, KathmanduBanjir bandang dan tanah longsor yang melanda Nepal dan wilayah Tibet, China, telah menewaskan lebih dari 600 orang, dengan ribuan lainnya masih dinyatakan hilang. Bencana ini merusak infrastruktur dan mempersulit proses evakuasi serta pencarian korban di berbagai wilayah terdampak.

Hingga 29 Agustus 2026, jumlah korban tewas di Nepal mencapai 626 jiwa, sementara tujuh orang meninggal di Tibet. Total korban meninggal di kedua negara telah melampaui 633 orang. Sedangkan jumlah orang hilang mencapai hampir 3.000 orang, termasuk lebih dari 700 warga negara asing yang sedang berada di kawasan tersebut saat bencana terjadi.

Perkembangan Korban dan Lokasi Terdampak

Korban jiwa terbanyak ditemukan di beberapa distrik Nepal seperti Chitwan, Nawalparasi Timur, Gorkha, Dhading, dan Nuwakot. Dua sungai utama, Bhotekoshi dan Trishuli, yang berhulu di Himalaya, meluap dan menyebabkan banjir besar yang menyapu pemukiman di sekitarnya. Banyak jenazah bahkan terbawa arus hingga perbatasan dengan India.

Di sisi Tibet, hujan deras juga menyebabkan tanah longsor dan banjir yang memperparah kondisi penyelamatan. Upaya pencarian terkendala oleh medan terjal, kerusakan jalan, dan gangguan komunikasi.

Korban Asing dan Upaya Pencarian

Lebih dari 700 warga negara asing dilaporkan hilang, dengan kelompok terbesar berasal dari India, sekitar 320 orang. Data juga mencatat hampir 600 warga asing dari berbagai negara, termasuk Amerika Serikat, Kanada, Inggris, Australia, Malaysia, dan Ukraina, belum ditemukan. Banyak dari mereka adalah wisatawan yang tengah melakukan perjalanan ziarah atau bekerja di proyek lokal.

Pihak berwenang India melaporkan jenazah korban yang terbawa arus sungai ditemukan di distrik Maharajganj dan Kushinagar, Uttar Pradesh. Identifikasi jasad masih berlangsung. Sementara itu, pemerintah Amerika Serikat dan Kanada telah mengerahkan bantuan konsuler dan dukungan kemanusiaan.

Dampak dan Bantuan Internasional

Banjir bandang ini menyebabkan kerusakan parah pada rumah, jalan, dan fasilitas umum. Hujan deras yang berkelanjutan meningkatkan risiko tanah longsor dan memperlambat proses evakuasi. Uni Eropa telah menjanjikan bantuan sebesar 2,3 miliar dolar AS untuk mendukung upaya penanganan bencana di Nepal, meskipun pemerintah Nepal belum mengajukan permintaan bantuan pencarian dari luar negeri.

Berbagai tim SAR menggunakan helikopter dan peralatan darat untuk mengevakuasi korban dan mencari warga yang hilang di daerah-daerah sulit dijangkau.

Konteks dan Signifikansi Bencana

Banjir bandang ini merupakan salah satu bencana alam terburuk yang melanda Nepal dan wilayah sekitarnya dalam beberapa tahun terakhir. Kondisi geografis yang berupa medan pegunungan dan sungai berhulu di Himalaya membuat potensi longsor dan banjir meningkat saat hujan deras terjadi secara tiba-tiba. Ribuan orang yang hilang termasuk banyak warga asing menjadikan bencana ini sebagai perhatian internasional.

Upaya penyelamatan dan pendataan korban masih terus berlangsung intensif, dengan harapan banyak yang masih dapat ditemukan selamat di tengah kondisi yang sulit.

Situasi ini mengingatkan pentingnya mitigasi bencana dan kesiapsiagaan di wilayah rawan alam ekstrem seperti Nepal dan Tibet guna mengurangi risiko korban jiwa di masa mendatang.

Artikel ini ditinjau & dipublikasikan oleh Tim Editorial Suara Pecari.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *