Polisi Klarifikasi Viral Dugaan Pencurian Rel Kereta Api oleh ‘Rayap Besi’ di Demak
Suara Pecari, Demak – Sebuah video yang memperlihatkan dua pria diduga pelaku ‘Rayap Besi’ tengah dikejar warga di wilayah Mranggen, Kabupaten Demak, Jawa Tengah, viral di media sosial. Dalam video tersebut, dua pria tampak membawa potongan besi panjang sambil berboncengan motor, yang diduga merupakan besi rel kereta api yang dicuri.
Fakta Utama Peristiwa
Peristiwa yang terjadi pada Rabu, 26 Agustus 2026, ini langsung mendapat perhatian dari aparat kepolisian setempat. Kapolsek Mranggen, AKP Kumaidi, menyatakan bahwa setelah melakukan pengecekan di lokasi kejadian yang disebut sebagai Stasiun Brumbung, tidak ditemukan adanya kehilangan besi rel kereta api.
Menurut Kumaidi, besi yang dibawa oleh dua pria tersebut bukanlah besi rel kereta api, melainkan besi rongsokan milik perusahaan telekomunikasi Telkom yang sudah tidak terpakai dan diletakkan di bawah flyover Ganefo. Oleh karena itu, tidak ada unsur pencurian rel kereta api dalam peristiwa ini.
Penjelasan Polisi
Kumaidi menambahkan bahwa pihak kepolisian tidak melakukan pencarian terhadap kedua pria tersebut karena tidak ada laporan resmi maupun pihak yang merasa dirugikan akibat pengambilan besi rongsokan tersebut. Hal ini mengindikasikan bahwa peristiwa ini tidak memenuhi unsur pidana pencurian rel kereta api.
Keterangan Kapolsek Mranggen AKP Kumaidi:
- Peristiwa terjadi di wilayah Mranggen, Demak.
- Besi yang dibawa merupakan rongsokan milik Telkom, bukan besi rel kereta api.
- Tidak ada laporan kehilangan atau kerugian dari pihak manapun.
- Pihak kepolisian tidak melakukan pencarian terhadap kedua pria tersebut.
Konteks dan Dampak
Viralnya video ini menimbulkan kekhawatiran di masyarakat terkait potensi pencurian aset penting seperti rel kereta api yang dapat mengganggu keselamatan transportasi. Namun, klarifikasi dari kepolisian memberikan kepastian bahwa tidak terjadi pencurian rel kereta api di lokasi tersebut.
Pemeriksaan oleh pihak berwenang dan koordinasi dengan kepala stasiun juga menegaskan bahwa aset kereta api tetap aman dan tidak ada kerugian yang dialami oleh pihak manapun.
Informasi Tambahan
Kasus ini menjadi pengingat pentingnya verifikasi informasi sebelum menyebarkan berita yang dapat menimbulkan keresahan di masyarakat. Penegakan hukum tetap bergantung pada adanya laporan resmi dan bukti yang valid.
Warga diharapkan untuk selalu melaporkan kejadian yang mencurigakan kepada pihak berwenang agar tindakan yang tepat dapat diambil berdasarkan fakta dan bukti nyata.
Artikel ini ditinjau & dipublikasikan oleh Tim Editorial Suara Pecari.








