Panglima AMPB Minta Maaf ke Melva Pardede Usai Tarik Massa atas Saran Driver Ojol
Suara Pecari, Jakarta – Ali, panglima Aliansi Masyarakat Pati Bersatu (AMPB), menyampaikan permintaan maaf kepada Melva Pardede, pengemudi ojek online yang mengkritiknya, setelah memutuskan menarik massa aksi dari depan Gedung DPR RI. Keputusan tersebut diambil berdasarkan permintaan para driver ojol yang mengkhawatirkan potensi kerusuhan pada aksi unjuk rasa yang berlangsung pada 27 Agustus 2026.
Ali menjelaskan bahwa instruksi untuk meninggalkan lokasi aksi bukan berasal dari pihaknya sendiri, melainkan langsung dari para pengemudi ojol yang berada di lapangan. Mereka memberikan peringatan adanya risiko kerusuhan besar. Ternyata, kekhawatiran tersebut terbukti ketika kericuhan terjadi kurang dari 30 menit setelah massa AMPB meninggalkan kawasan DPR.
Alasan Penarikan Massa dari Lokasi Aksi
Keputusan menarik massa dari mobil komando dan meninggalkan lokasi aksi bertujuan untuk menghindari potensi konflik yang lebih besar. Ali menilai langkah ini efektif dalam menjaga keselamatan massa AMPB dari situasi yang semakin tidak terkendali. Meski demikian, reaksi dari beberapa pihak termasuk Melva Pardede yang menilai mundurnya AMPB mencurigakan sempat memicu ketegangan.
Permintaan Maaf dan Apresiasi kepada Pengemudi Ojol
Ali secara terbuka meminta maaf atas kekecewaan yang dirasakan Melva Pardede terkait keputusan tersebut. Ia juga menyampaikan terima kasih kepada seluruh pengemudi ojek online yang telah membantu mengawal dan mendampingi jalannya aksi penyampaian tuntutan pengesahan RUU Perampasan Aset. Dukungan mereka dianggap vital dalam menjaga kelancaran aksi sebelum kericuhan terjadi.
Konteks dan Dampak Aksi AMPB
Aksi unjuk rasa yang dilakukan AMPB merupakan bagian dari perjuangan masyarakat Pati untuk menyuarakan tuntutan pengesahan RUU Perampasan Aset. Namun, dinamika yang terjadi setelah aksi menimbulkan perdebatan publik mengenai peran berbagai elemen masyarakat dan potensi provokasi di lokasi aksi. Kerusuhan yang terjadi setelah massa meninggalkan Gedung DPR menegaskan pentingnya koordinasi dan kewaspadaan selama demonstrasi.
Situasi ini juga menyoroti peran aktif pengemudi ojol yang tidak hanya sebagai pendukung, tetapi juga sebagai pengawas situasi di lapangan. Keputusan mereka yang meminta massa segera meninggalkan lokasi terbukti mampu menghindarkan kerugian yang lebih besar bagi peserta aksi.
Peristiwa ini menjadi pembelajaran penting bagi semua elemen masyarakat dan penyelenggara aksi agar terus menjaga komunikasi dan keamanan selama kegiatan demonstrasi demi terciptanya aspirasi yang damai dan konstruktif.
Artikel ini ditinjau & dipublikasikan oleh Tim Editorial Suara Pecari.










