BGN Siapkan Sistem Belanja Bahan Pangan MBG untuk Cegah Kecurangan dan Permainan Harga

BGN Siapkan Sistem Belanja Bahan Pangan MBG untuk Cegah Kecurangan dan Permainan Harga

Suara PecariBadan Gizi Nasional (BGN) tengah mengembangkan sistem belanja bahan pangan khusus untuk program Makan Bergizi Gratis (MBG). Langkah ini bertujuan untuk memperbaiki rantai pasok sekaligus mencegah praktik kecurangan seperti permintaan kickback, permainan harga, dan pengadaan bahan dengan kualitas rendah yang dilaporkan sebagai produk berkualitas tinggi.

Kepala BGN, Sudaryono, menjelaskan bahwa sistem pengadaan ini akan mengadopsi konsep dari Sistem Informasi Pengadaan Sekolah (SIPLah) yang selama ini digunakan oleh Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah. Dengan sistem terintegrasi tersebut, proses pembelian bahan pangan diharapkan menjadi lebih transparan dan terstandarisasi, sehingga meminimalisir potensi manipulasi dalam pengadaan bahan baku MBG.

Prioritas Tujuh Komoditas Bahan Pangan

Dalam tahap awal, BGN akan memprioritaskan tujuh komoditas bahan pangan utama yang menjadi fokus pengadaan dalam program MBG, yaitu beras, minyak goreng, ayam, telur, daging, ikan, dan susu. Khusus untuk beras, BGN menetapkan bahwa bahan yang digunakan tidak boleh berasal dari program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP). Begitu pula minyak goreng yang dipakai tidak boleh berasal dari program MinyaKita.

Sudaryono menekankan pentingnya perlakuan khusus terutama pada bahan pangan sumber protein hewani seperti ayam, telur, daging, ikan, dan susu. Penanganan yang tepat sangat krusial untuk menjaga kualitas dan keamanan pangan agar target pemenuhan gizi yang baik dalam program MBG dapat tercapai.

Mekanisme Sistem dan Keunggulan

Sistem pengadaan ini dirancang agar proses belanja berjalan menggunakan marketplace khusus dengan mekanisme verified seller atau penjual terverifikasi. Penjual yang masuk ke dalam platform harus melalui verifikasi oleh asosiasi terkait untuk menjamin keandalan dan kualitas produk yang disediakan.

Dengan sistem ini, BGN berharap tidak akan ada lagi praktik tidak transparan seperti permintaan kickback, pembelian bahan berkualitas rendah yang diklaim tinggi, maupun permainan harga yang merugikan program MBG dan penerima manfaatnya. Sudaryono memperkirakan sistem ini akan matang dalam waktu tiga minggu hingga satu bulan ke depan, dengan target implementasi pada akhir September atau awal Oktober 2026.

Signifikansi Sistem Baru untuk MBG

Program MBG merupakan salah satu inisiatif penting pemerintah untuk memastikan pemenuhan gizi anak-anak dan masyarakat luas. Dengan pengadaan bahan pangan yang lebih transparan dan berkualitas, diharapkan program ini dapat berjalan efektif tanpa hambatan kecurangan yang selama ini menjadi tantangan. Sistem baru ini juga menegaskan komitmen BGN dalam mengawal keamanan dan kualitas pangan demi kesehatan masyarakat.

Langkah BGN ini menjadi respons atas berbagai permasalahan yang pernah terjadi di lapangan terkait pengadaan bahan baku MBG, sehingga dengan mekanisme baru yang terstandarisasi, proses distribusi dan pengadaan bahan pangan akan menjadi lebih dapat dipertanggungjawabkan dan efisien.

Artikel ini ditinjau & dipublikasikan oleh Tim Editorial Suara Pecari.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *