ESDM Buka Peluang Tambah Kuota Solar Subsidi dengan Sistem Ganjil-Genap untuk Atasi Antrean BBM
Suara Pecari – Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) membuka peluang penambahan kuota bahan bakar minyak (BBM) subsidi jenis solar untuk mengatasi lonjakan konsumsi yang menyebabkan antrean panjang di sejumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU), khususnya di Sulawesi Selatan.
Kebijakan ini diambil sebagai respons terhadap perpindahan masyarakat dari BBM non-subsidi ke subsidi, yang berdampak pada kebutuhan solar subsidi yang meningkat drastis. Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi (Dirjen Migas) Laode Sulaeman menyatakan bahwa penambahan kuota masih dalam tahap perhitungan dan kewenangan ada di Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas). Meski demikian, Laode memastikan adanya kemungkinan penambahan kuota khusus solar subsidi dalam waktu dekat.
Aturan Ganjil-Genap untuk Pengisian BBM Subsidi
Untuk mengatasi antrean panjang di SPBU wilayah Sulawesi Selatan, Dinas ESDM setempat telah menerapkan sistem pengisian BBM subsidi berdasarkan pelat nomor kendaraan ganjil-genap. Aturan ini berlaku hingga 20 September 2026 dan bertujuan mengurai kemacetan dan antrean yang terjadi di SPBU.
Selain itu, pengisian BBM subsidi untuk kendaraan pribadi dibatasi hanya saat indikator bahan bakar di kendaraan menunjukkan satu bar ke bawah. Kebijakan ini bertujuan mencegah panic buying dan pengisian berulang yang tidak perlu.
Untuk kendaraan truk, pengisian BBM subsidi dijadwalkan ulang dan dialihkan ke malam hari guna mengurangi kepadatan kendaraan besar di siang hari. Namun, terdapat pengecualian untuk ojek dan taksi online di Makassar yang tetap dapat mengisi BBM subsidi tanpa mengikuti aturan ganjil-genap, dengan syarat menunjukkan aplikasi dan atribut sebagai kendaraan angkutan online.
Upaya Pemerintah Mencegah Penimbunan dan Penyalahgunaan BBM Subsidi
Direktur Jenderal Migas juga mengungkapkan adanya kasus penimbunan BBM subsidi di Makassar, di mana pelaku memodifikasi tangki kendaraan agar dapat menampung lebih banyak solar subsidi. Pemerintah bersama aparat penegak hukum dan Pertamina tengah menyelidiki dugaan penyimpangan ini untuk menindak tegas para pelaku.
Menteri Investasi Bahlil Lahadalia juga mengimbau masyarakat yang mampu dan memiliki kendaraan bagus untuk tidak menggunakan BBM subsidi. Hal ini untuk memastikan subsidi tepat sasaran dan mengurangi beban antrean di SPBU. Bahlil menegaskan bahwa stok BBM nasional masih aman dengan cadangan minimal nasional antara 18 hingga 20 hari.
Tantangan Distribusi Akibat Fenomena Alam
Selain faktor permintaan yang meningkat, fenomena El Nino yang menyebabkan sungai di Kalimantan mengering turut menjadi tantangan dalam pendistribusian BBM subsidi. Karena jalur sungai tidak dapat dilalui, distribusi dialihkan menggunakan truk tangki yang memakan waktu lebih lama, sehingga menyebabkan waktu tunggu di SPBU bertambah.
Kebijakan penambahan kuota dan sistem ganjil-genap diharapkan dapat mengurai antrean dan memastikan distribusi BBM subsidi berjalan lebih efisien. Pemerintah juga berkomitmen membasmi praktik penimbunan yang merugikan masyarakat dan negara.
Dengan langkah-langkah ini, diharapkan ketersediaan BBM subsidi, khususnya solar, dapat terpenuhi dengan baik dan tepat sasaran, mendukung kelancaran aktivitas masyarakat dan sektor transportasi di berbagai daerah.
Artikel ini ditinjau & dipublikasikan oleh Tim Editorial Suara Pecari.










