Perkuat Kualitas Pendidikan, Pemkab Banyuwangi Kolaborasi dengan Dunia Usaha

Perkuat Kualitas Pendidikan, Pemkab Banyuwangi Kolaborasi dengan Dunia Usaha

Suara Pecari, Banyuwangi – Pemerintah Kabupaten Banyuwangi melaksanakan kolaborasi strategis dengan dunia usaha guna memperkuat kualitas pendidikan di daerah tersebut. Melalui kerja sama dengan Yayasan Pendidikan Astra-Michael D. Ruslim (YPA-MDR), Pemkab menginisiasi program pembinaan sekolah yang berlangsung selama lima tahun, bertujuan meningkatkan mutu sekolah, kapasitas guru dan kepala sekolah, serta membangun karakter dan kecakapan hidup siswa.

Fokus Program Pembinaan Sekolah

Program pembinaan ini menitikberatkan pada empat pilar utama, yaitu akademik, karakter, seni budaya, dan kecakapan hidup (life skill). Kepala sekolah, guru, dan siswa akan menerima pelatihan serta pendampingan untuk memperkuat kemampuan literasi, numerasi, dan pemanfaatan teknologi digital dalam pembelajaran. Pendampingan ini diharapkan menghasilkan generasi muda yang kompeten secara akademik, berkarakter baik, memiliki keterampilan hidup yang memadai, serta peduli terhadap seni dan budaya lokal.

Implementasi di Sekolah Dasar dan SMK

Tahun ini, program pembinaan akan dilaksanakan di 10 Sekolah Dasar Negeri yang tersebar di Desa Kemiren, Kecamatan Glagah, dan Desa Jambewangi, Kecamatan Sempu. Desa Kemiren dikenal sebagai basis masyarakat Suku Osing yang memelihara tradisi dan budaya lokal, sedangkan Desa Jambewangi merupakan sentra pertanian organik yang telah menembus pasar internasional. Program ini juga direncanakan berlanjut ke SMKN 1 Glagah sebagai bagian dari pengembangan pendidikan ke tingkat menengah kejuruan.

Konteks dan Dampak Program

Bupati Banyuwangi, Ipuk Fiestiandani, menyatakan bahwa keterlibatan dunia usaha dalam pengembangan pendidikan merupakan upaya membangun ekosistem pendidikan yang lebih kuat dan komprehensif. Program pembinaan dari YPA-MDR diharapkan dapat melengkapi berbagai inovasi pendidikan yang sudah dijalankan oleh pemerintah daerah, sehingga sinergi antara sektor publik dan swasta dapat meningkatkan prestasi dan kualitas pendidikan secara menyeluruh.

Banyuwangi selama ini juga mengembangkan program-program pendidikan yang tidak hanya fokus pada prestasi akademik, tetapi juga membangun kepedulian sosial, karakter, kemandirian, dan ketahanan keluarga. Contohnya adalah program Siswa Asuh Sebaya (SAS), yang mendorong kepedulian antar siswa dengan membantu teman yang kurang mampu secara ekonomi, serta Gerakan Daerah Entaskan Anak Putus Sekolah (Garda Ampuh) yang memastikan anak-anak putus sekolah dapat kembali bersekolah.

Upaya Berkelanjutan dalam Pendidikan Banyuwangi

Pemkab juga menyediakan beasiswa seperti Banyuwangi Cerdas dan Banyuwangi Progresif untuk anak-anak berprestasi yang berkomitmen mengembangkan desa mereka. Bupati Ipuk menegaskan bahwa pemerintah daerah terbuka untuk kolaborasi dengan berbagai pihak dalam pengembangan pendidikan, mengingat pendidikan merupakan kunci utama pengembangan daerah secara berkelanjutan.

Artikel ini ditinjau & dipublikasikan oleh Tim Editorial Suara Pecari.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *