Tabrakan Beruntun di Kertek, Wonosobo: Truk Tangki Hantam 3 Mobil, 1 Tewas
Suara Pecari, Sebuah kecelakaan beruntun yang mengerikan terjadi pada Selasa dini hari, 27 Juli 2026, di Jalan Raya Wonosobo-Parakan, tepatnya di Desa Candiyasan, Kecamatan Kertek, Kabupaten Wonosobo. Sebuah truk tronton tangki melaju tak terkendali dan menghantam tiga kendaraan lain, menewaskan sopir truk tersebut dan melukai satu orang lainnya. Insiden ini menjadi sorotan tajam atas keselamatan lalu lintas di jalur rawan kecelakaan Wonosobo.
Kronologi Kejadian
Menurut keterangan Kasi Penmas Polres Wonosobo, Aiptu Nanang Wibowo, kecelakaan terjadi sekitar pukul 04.00 WIB dalam kondisi cuaca cerah. Truk tangki Mitsubishi bernopol H-9864-GA yang dikemudikan Suroso (67) melaju dari arah utara (Parakan) menuju selatan (Wonosobo). Saat melintasi jalan lurus menurun di Candiyasan, sopir diduga kehilangan kendali atas laju kendaraannya. Truk tangki itu kemudian menabrak truk Toyota Dyna bernopol BD-8345-BL yang dikemudikan Agung Riyanto (27) dari Demak. Tak berhenti di situ, truk tangki terus melaju dan menghantam pikap Isuzu Traga H-8522-CA yang dikendarai Suparman (33) dari Garung, Wonosobo, serta mobil Honda Mobilio G-1029-HB yang dikemudikan Ahmad Nur Hisam (48), warga Wonosobo. Tabrakan beruntun baru berhenti setelah truk tangki masuk ke dalam selokan di tepi jalan.
Data Kendaraan Terlibat
| Kendaraan | Nomor Polisi | Pengemudi | Asal |
|---|---|---|---|
| Truk Tangki Mitsubishi | H-9864-GA | Suroso (67) | – |
| Truk Toyota Dyna | BD-8345-BL | Agung Riyanto (27) | Demak |
| Pikap Isuzu Traga | H-8522-CA | Suparman (33) | Garung, Wonosobo |
| Honda Mobilio | G-1029-HB | Ahmad Nur Hisam (48) | Wonosobo |
Korban dan Luka-luka
- Meninggal dunia: Suroso (sopir truk tangki) – luka parah di kepala, meninggal saat dirawat di RS PKU Muhammadiyah Wonosobo.
- Luka berat: Suparman (pengemudi Isuzu Traga) – memar di pinggang, masih menjalani perawatan di RS yang sama.
- Selamat tanpa luka serius: Agung Riyanto (sopir Toyota Dyna) dan Ahmad Nur Hisam (sopir Honda Mobilio).
Kerugian materiil ditaksir mencapai Rp20.000.000.
Analisis Kecelakaan
Kecelakaan di jalur menurun seperti di Candiyasan kerap terjadi karena faktor rem blong atau pengemudi yang tidak mampu mengontrol laju kendaraan berat. Kepolisian masih mendalami penyebab pasti, termasuk pemeriksaan kondisi rem truk tangki dan kemungkinan muatan berlebih. Jalur Wonosobo-Parakan dikenal sebagai lintasan rawan karena kontur jalan yang naik turun dan tikungan tajam. Data dari Satlantas Polres Wonosobo mencatat sedikitnya 15 kecelakaan serupa di tahun 2025 di ruas jalan yang sama.
Dampak dan Implikasi
Insiden ini kembali menyoroti perlunya pengetatan aturan operasional kendaraan berat di lintas provinsi. Masyarakat setempat mendesak pemasangan rambu peringatan dan papan kecepatan di titik rawan, serta penambahan jalur evakuasi. Dinas Perhubungan Wonosobo diharapkan segera melakukan audit keselamatan jalan dan mengusulkan pembangunan jalur penyelamat (escape ramp) di lokasi rawan. Selain itu, perusahaan otobus dan pengelola jasa transportasi diminta memeriksa kelayakan kendaraan secara rutin agar kejadian serupa tidak terulang.
Rekomendasi Keselamatan
- Pemasangan rambu peringatan ‘jalan menurun tajam’ dan batas kecepatan di titik rawan.
- Pembuatan jalur pemisah (escape ramp) di sepanjang jalur menurun panjang.
- Sosialisasi teknik mengemudi aman di medan pegunungan bagi pengemudi kendaraan berat.
- Pemeriksaan rem wajib di pos-pos tertentu sebelum melintasi jurang atau turunan.
Kecelakaan beruntun ini meninggalkan duka mendalam, tidak hanya bagi keluarga korban, tetapi juga bagi masyarakat Wonosobo yang kembali diingatkan betapa rapuhnya nyawa di jalan raya. Di tengah kabut pagi yang mulai sirna, selokan di Candiyasan seakan menjadi saksi bisu bahwa satu detik kehilangan konsentrasi dapat mengubah segalanya. Semoga peristiwa ini menjadi momentum bagi semua pihak untuk berbenah, sehingga jalan setapak yang biasa dilalui itu tak lagi menjadi jalur maut.
Artikel ini ditinjau & dipublikasikan oleh Tim Editorial Suara Pecari.










