Bupati Sanjaya Perkokoh Sinergi Pesemetonan untuk Tabanan Era Baru

Bupati Sanjaya Perkokoh Sinergi Pesemetonan untuk Tabanan Era Baru

Suara Pecari, Bupati Tabanan, I Komang Gede Sanjaya, menghadiri Loka Sabha VII Mahagotra Pasek Sanak Sapta Resi (MGPSSR) Kabupaten Tabanan yang digelar di Graha Yadnya Jayaning Singasana, Selasa (27/7/2026). Acara ini menjadi momentum strategis bagi pesemetonan MGPSSR untuk memperkuat organisasi, menyusun arah program kerja, sekaligus mempererat persaudaraan sebagai bagian dari pembangunan daerah. Dalam sambutannya, Bupati Sanjaya menekankan bahwa sinergi antara organisasi adat dan pemerintah daerah sangat penting untuk mewujudkan visi Tabanan Era Baru yang Aman, Unggul, dan Madani (AUM).

Loka Sabha: Bukan Sekadar Forum Rutin

Loka Sabha VII MGPSSR Tabanan bukanlah sekadar agenda seremonial. Menurut Bupati Sanjaya, forum ini merupakan wadah evaluasi sekaligus pembaruan kepengurusan yang harus menghasilkan program kerja visioner. “Loka Sabha bukan sekadar forum organisasi untuk melakukan evaluasi dan memilih kepengurusan baru, melainkan menjadi momentum strategis dalam memperkuat persaudaraan, menyusun program kerja yang visioner, sekaligus meningkatkan kontribusi nyata organisasi bagi pembangunan daerah,” ujarnya di hadapan ratusan anggota pesemetonan.

Kegiatan yang dihadiri Wakil Gubernur Bali I Nyoman Giri Prasta ini juga menjadi ajang silaturahmi antar anggota dari berbagai cabang di Tabanan. Dalam suasana kekeluargaan, para peserta saling bertukar pikiran tentang tantangan dan peluang pelestarian adat Bali di era modern. Bupati Sanjaya menambahkan bahwa kepengurusan baru yang akan terpilih harus mampu mengedepankan semangat persatuan, kebersamaan, dan kekeluargaan, serta menjadikan organisasi ini sebagai wadah inklusif yang merangkul setiap aspirasi anggota.

Sinergi untuk Pembangunan Daerah

Pemerintah Kabupaten Tabanan memandang MGPSSR sebagai mitra strategis dalam menjaga keharmonisan sosial dan melestarikan kearifan lokal Hindu Bali. Filosofi Tri Hita Karana (hubungan harmonis antara manusia dengan Tuhan, sesama, dan alam) menjadi landasan dalam setiap program yang dijalankan. Bupati Sanjaya mengajak seluruh komponen masyarakat untuk terus bersinergi menjaga kerukunan, melestarikan budaya, serta mendukung berbagai program pembangunan daerah. “Mari kita bersama-sama menjaga persatuan dan keharmonisan, memperkuat pelestarian budaya, serta mendukung pembangunan daerah demi terwujudnya Tabanan Era Baru yang Aman, Unggul, dan Madani (AUM),” tuturnya.

Sinergi ini diyakini akan mempercepat pencapaian target pembangunan, terutama di sektor pariwisata budaya dan pemberdayaan masyarakat. MGPSSR, dengan jaringan yang luas hingga ke tingkat nusantara, dapat menjadi jembatan antara pemerintah dan komunitas adat.

AspekKontribusi MGPSSRDampak bagi Tabanan
Pelestarian BudayaMenyelenggarakan upacara adat, pelatihan seni, dan pendidikan agama HinduIdentitas budaya terjaga, daya tarik wisata meningkat
Pemberdayaan EkonomiMengembangkan usaha mikro berbasis kearifan lokal, seperti kerajinan dan kulinerMasyarakat mandiri, perekonomian desa menguat
Kerukunan SosialMediasi konflik adat, memperkuat gotong royongStabilitas sosial terjamin, konflik minimal

Apresiasi Wakil Gubernur Bali

Wakil Gubernur Bali I Nyoman Giri Prasta yang hadir langsung memberikan apresiasi atas penataan organisasi MGPSSR di Kabupaten Tabanan. Menurutnya, organisasi ini telah berjalan dengan baik dan menjadi contoh bagi daerah lain. “Saya berkomitmen untuk terus mengawal keberadaan Mahagotra Pasek, tidak hanya di Tabanan, tetapi juga di Bali hingga tingkat Nusantara,” tegas Wagub Giri Prasta.

Ia juga mengajak seluruh pesemetonan untuk senantiasa menjaga persaudaraan dan kebersamaan sebagai kekuatan utama dalam merawat keharmonisan kehidupan masyarakat Bali. Semangat persatuan dan kekeluargaan harus terus dipelihara agar Mahagotra Pasek semakin solid serta mampu memberikan kontribusi positif bagi masyarakat di Bali maupun Nusantara. Wagub menambahkan bahwa budaya Bali yang adiluhung harus diwariskan kepada generasi muda melalui kegiatan positif seperti Loka Sabha.

Program Prioritas MGPSSR Tabanan

Dalam Loka Sabha VII, sejumlah program prioritas dibahas untuk periode mendatang. Beberapa di antaranya adalah:

  • Penguatan Kelembagaan: Meningkatkan kapasitas pengurus melalui pelatihan manajemen organisasi dan kepemimpinan.
  • Revitalisasi Adat dan Tradisi: Menggelar festival budaya, lomba mebanten, dan seminar tentang warisan leluhur.
  • Pemberdayaan Ekonomi Anggota: Membentuk koperasi pesemetonan yang bergerak di bidang pertanian organik dan kerajinan lokal.
  • Pendidikan Karakter: Menyelenggarakan kelas bahasa Bali, tari, dan gamelan untuk anak-anak dan remaja.
  • Kemitraan dengan Pemerintah: Menjalin kerjasama dengan dinas terkait dalam program pembangunan berbasis budaya.

Implikasi bagi Masyarakat dan Pemerintah

Penguatan sinergi antara pesemetonan MGPSSR dan pemerintah daerah diharapkan membawa dampak positif tidak hanya bagi internal organisasi, tetapi juga bagi masyarakat luas. Secara sosial, solidaritas antar warga semakin kuat sehingga potensi konflik horizontal dapat diminimalkan. Dari sisi ekonomi, pengembangan usaha mikro berbasis budaya dapat meningkatkan pendapatan anggota dan masyarakat sekitar. Sementara bagi pemerintah, adanya mitra yang solid seperti MGPSSR membantu menyebarluaskan program-program pembangunan hingga ke tingkat banjar.

Namun, tantangan tetap ada. Globalisasi dan modernisasi kerap menggerus minat generasi muda terhadap adat istiadat. Oleh karena itu, Bupati Sanjaya mendorong MGPSSR untuk mengemas kegiatan budaya secara kreatif dan adaptif agar tetap relevan. “Kita tidak bisa kaku. Budaya harus hidup dan dinamis. Anak muda perlu merasa bangga menjadi bagian dari pesemetonan,” imbuhnya.

Loka Sabha VII MGPSSR Tabanan menjadi bukti bahwa organisasi adat masih memiliki peran vital dalam pembangunan daerah. Dengan semangat gotong royong dan nilai-nilai Tri Hita Karana, pesemetonan ini siap menjadi garda depan pelestarian budaya sekaligus motor penggerak ekonomi kerakyatan. Bupati Sanjaya dan Wagub Giri Prasta sepakat bahwa sinergi yang kokoh antara pemerintah dan pesemetonan adalah kunci utama mewujudkan Tabanan Era Baru yang Aman, Unggul, dan Madani. Tradisi bukanlah penghalang kemajuan, melainkan fondasi yang kokoh untuk melangkah ke masa depan.

Artikel ini ditinjau & dipublikasikan oleh Tim Editorial Suara Pecari.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *