TKI Asal Dampit Malang Meninggal di Jepang, Disnaker Tunggu Pemulangan Jenazah
Suara Pecari, Malang – Erik Prawiro, Tenaga Kerja Indonesia (TKI) berusia 32 tahun asal Dusun Crabaan, Desa Sumbersuko, Kecamatan Dampit, Kabupaten Malang, meninggal dunia di Hokkaido, Jepang. Kematian Erik baru diketahui oleh Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kabupaten Malang pada Senin malam, 24 Agustus 2026, meskipun korban ditemukan meninggal pada Kamis, 20 Agustus 2026.
Disnaker Kabupaten Malang saat ini masih menunggu informasi resmi dari Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Tokyo terkait proses pemulangan jenazah Erik ke Indonesia. Kepala Bidang Penempatan Tenaga Kerja Disnaker Kabupaten Malang, Tri Darmawan, menyampaikan bahwa informasi awal diperoleh dari rekan TKI di Jepang dan koordinasi dengan sesama TKI asal Malang.
Fakta Kematian Erik Prawiro
- Erik Prawiro bekerja di sebuah restoran di wilayah Hokkaido, Jepang, selama lebih dari dua tahun.
- Pada Minggu, 16 Agustus 2026, korban sempat melakukan rekreasi ke pantai.
- Pada Rabu, 19 Agustus 2026, Erik tidak masuk kerja dan tidak dapat dihubungi melalui telepon genggamnya oleh rekan-rekannya.
- Rekan-rekan kemudian mendatangi tempat tinggal Erik di Tokan Mansion Sumikawa, Hokkaido, dan menemukan korban dalam kondisi meninggal dunia pada Kamis, 20 Agustus 2026.
- Jenazah Erik saat ini masih menunggu proses autopsi dari otoritas Jepang.
Kondisi dan Tindak Lanjut
Tri Darmawan menegaskan bahwa Disnaker telah menerima informasi kematian Erik dari sesama PMI asal Malang yang berada di Jepang. Pihaknya terus melakukan komunikasi dengan KBRI Tokyo untuk memastikan kejadian dan mengatur pemulangan jenazah ke kampung halaman. Proses ini penting untuk memastikan hak dan prosedur yang sesuai bagi almarhum.
Konfirmasi dan Koordinasi Resmi
Disnaker Kabupaten Malang masih menunggu konfirmasi resmi dari KBRI Tokyo agar proses pemulangan jenazah dapat segera dilakukan. Informasi yang diterima merupakan hasil koordinasi dengan rekan TKI dan pihak-pihak terkait di Jepang, sehingga Disnaker berupaya memastikan semua prosedur berjalan dengan baik dan transparan.
Kematian Erik menjadi pengingat pentingnya perhatian terhadap kondisi dan kesejahteraan pekerja migran Indonesia di luar negeri. Pemerintah daerah melalui Disnaker berkomitmen untuk mendukung keluarga almarhum dan mengawal proses administrasi serta pemulangan jenazah dengan penuh tanggung jawab.
Sampai saat ini, belum ada informasi lebih lanjut mengenai penyebab kematian Erik yang resmi dari pihak berwenang Jepang maupun KBRI. Proses autopsi masih berlangsung sebagai bagian dari prosedur standar di negara tersebut.
Disnaker Kabupaten Malang juga mengimbau agar masyarakat dan keluarga tetap bersabar menunggu perkembangan resmi dan mendukung proses yang sedang berjalan demi menghormati almarhum dan keluarganya.
Artikel ini ditinjau & dipublikasikan oleh Tim Editorial Suara Pecari.










