Praktisi Transportasi Laut Tegaskan Penyebab Kecelakaan KM Virgo Transport 8 Harus Dibuktikan Secara Teknis

Praktisi Transportasi Laut Tegaskan Penyebab Kecelakaan KM Virgo Transport 8 Harus Dibuktikan Secara Teknis

Suara Pecari – Praktisi transportasi laut menegaskan bahwa penyebab kecelakaan KM Virgo Transport 8 harus dibuktikan secara teknis dan komprehensif sebelum diambil kesimpulan. Pernyataan ini disampaikan oleh Wakil Ketua Forum Transportasi Laut MTI, Rakhmatika Ardianto, menanggapi pendapat yang beredar di media tentang penyebab kecelakaan kapal tersebut.

Perlunya Kajian Teknis Mendalam

Rakhmatika menilai bahwa mengambil kesimpulan berdasarkan modifikasi kapal, riwayat lintasan di negara asal, maupun kedalaman perairan tanpa analisis teknis yang mendalam kurang tepat. Ia menjelaskan bahwa setiap perubahan desain kapal harus melalui mekanisme pengesahan dan pengawasan ketat sesuai PM Nomor 54 Tahun 2021, yang mengatur tentang pengesahan gambar rancang bangun kapal serta pengawasan pembangunan dan pengerjaan kapal.

Menurutnya, pemilik kapal tidak dapat mengubah konstruksi kapal secara sepihak karena harus ada gambar rancang bangun, perhitungan teknis, proses pengesahan, serta pengawasan dari Direktorat Perkapalan dan Kepelautan Ditjen Hubla serta Biro Klasifikasi Indonesia (BKI). Setelah modifikasi selesai, kapal wajib menjalani inclining test untuk memastikan stabilitasnya.

Modifikasi Kapal dalam Industri Pelayaran

Rakhmatika memberikan contoh sejumlah kapal dunia yang mengalami perubahan desain dan fungsi selama masa operasinya, seperti kapal Doulos Phos yang bertransformasi dari kapal barang menjadi kapal perpustakaan terapung hingga hotel terapung. Contoh lain termasuk kapal Ro-Ro yang dikonversi menjadi kapal penumpang dan kendaraan di Eropa serta kapal feri di Filipina yang dimodifikasi untuk kapasitas penumpang yang lebih besar.

Hal tersebut menunjukkan bahwa modifikasi kapal merupakan hal lazim dalam industri pelayaran, asalkan dilakukan dengan prosedur teknis yang benar dan memenuhi persyaratan keselamatan serta klasifikasi.

Stabilitas Kapal KM Virgo Transport 8

Mengenai KM Virgo Transport 8 yang mengalami modifikasi dengan penambahan ramp door samping, Rakhmatika menegaskan jika stabilitas kapal tidak memenuhi standar, kapal tidak akan mendapatkan sertifikat kelas. Ia mengungkapkan kapal tersebut telah beroperasi dengan lebih dari 30 rit dan menempuh perjalanan sekitar 190 mil laut sebelum kecelakaan terjadi.

Faktor lain yang dapat memengaruhi stabilitas kapal adalah cuaca buruk dan posisi muatan. Dalam kondisi cuaca baik, kapal bisa memenuhi standar stabilitas, tapi saat menghadapi ombak besar atau kesalahan manuver, stabilitas kapal bisa terganggu.

Regulasi dan Notasi Kelas Kapal

Rakhmatika menjelaskan bahwa pengoperasian kapal di Indonesia harus mengacu pada notasi kelas dari BKI yang menentukan batas pelayaran kapal. Notasi P membatasi pelayaran maksimal 200 mil laut dari pantai atau pelabuhan perlindungan terdekat, notasi L maksimal 50 mil laut, dan notasi T untuk perairan tenang.

Untuk rute Surabaya-Banjarmasin yang sekitar 240 mil laut, terdapat pulau-pulau pelindung yang jaraknya rata-rata di bawah 50 mil laut, sehingga kapal dengan notasi kelas L masih dapat beroperasi di lintasan tersebut.

Pentingnya Pendekatan Komprehensif dalam Kajian Kecelakaan

Rakhmatika menyoroti ketidaktepatan menggunakan kedalaman perairan sebagai alasan utama penilaian kecocokan konstruksi kapal, karena tekanan hidrostatik pada lambung kapal lebih dipengaruhi oleh kedalaman titik dari permukaan air, bukan kedalaman perairan secara keseluruhan.

Ia juga menegaskan bahwa penyebab kecelakaan tidak bisa dilihat dari aspek teknis saja, tetapi harus melibatkan kajian aspek operasional dan faktor manusia yang selama ini berkontribusi lebih dari 80 persen terhadap kecelakaan laut.

Menurutnya, pernyataan pakar yang didasarkan pada asumsi belum teruji dapat menurunkan kepercayaan publik terhadap transportasi laut, yang seharusnya terus dibangun dengan informasi akurat, objektif, dan dapat dipertanggungjawabkan, mengingat peran strategis transportasi laut di Indonesia sebagai negara kepulauan.

Kesimpulan

Penyebab kecelakaan KM Virgo Transport 8 harus dibuktikan melalui kajian teknis dan operasional yang menyeluruh, melibatkan data dan regulasi yang berlaku, serta menghindari kesimpulan berdasarkan asumsi. Pendekatan ini penting untuk menjaga kepercayaan publik terhadap transportasi laut dan memastikan keselamatan pelayaran di Indonesia.

Artikel ini ditinjau & dipublikasikan oleh Tim Editorial Suara Pecari.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *