Wawakot Berharap Usulan Pembangunan di Sibolga Jadi Prioritas, Dorong Percepatan Infrastruktur dan Kesejahteraan Nelayan
Suara Pecari, Sibolga – Di hadapan sejumlah legislator Sumatera Utara pada Selasa, 7 Juli 2026, Wakil Wali Kota Sibolga Pantas Maruba Lumban Tobing menyampaikan berbagai usulan pembangunan strategis yang diharapkan menjadi prioritas pemerintah provinsi. Sebagai daerah pesisir di pantai barat Sumatera, Sibolga terus berupaya meningkatkan kualitas pelayanan publik, pertumbuhan ekonomi, pengembangan sektor kelautan dan perikanan, perdagangan, pariwisata, serta pembangunan sumber daya manusia. Namun, masih ada sejumlah tantangan yang perlu diatasi, seperti peningkatan infrastruktur, penanganan kawasan kumuh, pengentasan kemiskinan, pengurangan risiko bencana, dan penguatan konektivitas wilayah.
Harapan Dukungan DPRD Sumut
“Pemerintah Kota Sibolga mengharapkan dukungan dari anggota DPRD Sumut agar dapat memperjuangkan berbagai program strategis melalui kebijakan atau dukungan anggaran, sehingga pembangunan berjalan lebih optimal dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat,” ujar Pantas. Ia juga mengapresiasi perhatian khusus dari Rahmansyah Sibarani, anggota DPRD Sumut, yang selama ini konsen terhadap pembangunan di Sibolga.
Bantuan Keuangan dan Program 2026
Pada Tahun Anggaran 2026, Sibolga menerima Bantuan Keuangan Provinsi (BKP) untuk perbaikan dan rehabilitasi infrastruktur jalan hampir Rp10 miliar, yang mencakup 11 paket pekerjaan dan saat ini dalam tahap pelaksanaan. Selain itu, Sibolga juga memperoleh bantuan 5 unit kapal nelayan berkapasitas 5 GT, bantuan 5 paket peralatan pengolahan ikan bagi 5 kelompok pengolah ikan sekitar Rp1,8 miliar, serta alokasi 255 kartu asuransi nelayan.
| Jenis Bantuan | Jumlah | Nilai (Rp) |
|---|---|---|
| Rehabilitasi Jalan | 11 paket | ~10 miliar |
| Kapal Nelayan 5 GT | 5 unit | – |
| Peralatan Pengolahan Ikan | 5 paket | 1,8 miliar |
| Kartu Asuransi Nelayan | 255 kartu | – |
Kebutuhan Nelayan dan Program KUSUKA
Pemkot Sibolga sangat berharap adanya penambahan kuota kartu KUSUKA (Kartu Usaha Kelautan dan Perikanan), mengingat saat ini baru sekitar 3.700 nelayan yang memiliki kartu tersebut, dari kebutuhan sekitar 6 ribu nelayan. Kartu KUSUKA menjadi penting karena memberikan akses kepada nelayan untuk mendapatkan subsidi solar, bantuan modal, dan perlindungan asuransi. Kekurangan kuota ini menjadi salah satu prioritas yang diusulkan ke provinsi.
Bidang Kesehatan dan Program Kampung Nelayan Berkah
Di bidang kesehatan, Pantas mengapresiasi dukungan Pemprovsu melalui alokasi peserta Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN). Sibolga juga mengusulkan Program Kampung Nelayan Berkah agar dapat direalisasikan. Program ini diharapkan menjadi solusi terpadu untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat pesisir melalui perbaikan sanitasi, akses kesehatan, dan pemberdayaan ekonomi.
Dampak dan Implikasi
Usulan pembangunan yang disampaikan memiliki dampak luas bagi masyarakat Sibolga. Perbaikan infrastruktur jalan akan memperlancar distribusi barang dan mobilitas warga, sementara bantuan kapal dan peralatan pengolahan ikan dapat meningkatkan produktivitas nelayan. Penambahan kuota KUSUKA akan memperluas jangkauan perlindungan sosial bagi nelayan kecil. Jika Program Kampung Nelayan Berkah terealisasi, kualitas hidup masyarakat pesisir dapat meningkat signifikan. Keberhasilan usulan ini juga akan memperkuat hubungan antara pemerintah kota dan provinsi, serta menjadi model pembangunan daerah pesisir lainnya di Sumut.
Kronologi Peristiwa
- 7 Juli 2026: Wakil Wali Kota Sibolga menyampaikan usulan di hadapan DPRD Sumut.
- 2026: BKP jalan Rp10 miliar dan bantuan nelayan mulai direalisasikan.
- Sebelum 2026: Sibolga telah menerima alokasi KUSUKA untuk 3.700 nelayan.
“Kami sangat berharap seluruh usulan pembangunan yang telah disampaikan dapat menjadi prioritas. Kami mengucapkan terima kasih atas komitmen DPRD Sumut terhadap pembangunan di Sibolga, dan semoga kunjungan kerja ini menghasilkan rekomendasi dan langkah-langkah strategis bermanfaat bagi kemajuan daerah dan kesejahteraan masyarakat,” tutup Pantas. Dengan dukungan penuh dari provinsi, Sibolga optimistis dapat mengatasi tantangan dan mewujudkan pembangunan yang inklusif dan berkelanjutan.
Artikel ini ditinjau & dipublikasikan oleh Tim Editorial Suara Pecari.








