Ribuan Warga Kediri Meriahkan Sedekah Bumi Kirab Kebur Ubalan 2026
Suara Pecari, Kediri – Ribuan warga memadati kawasan Wisata Sumber Ubalan, Desa Jarak, Kecamatan Plosoklaten, Kabupaten Kediri, pada Sabtu, 4 Juli 2026, untuk mengikuti rangkaian kegiatan Sedekah Bumi Kirab Kebur Ubalan 2026. Tradisi tahunan yang menjadi bentuk ungkapan syukur atas hasil bumi tersebut berlangsung meriah dengan kirab tumpeng hasil panen, doa bersama, hingga pembagian ribuan sajian gratis kepada masyarakat.
Makna dan Latar Belakang Tradisi Sedekah Bumi Kebur Ubalan
Sedekah Bumi Kebur Ubalan merupakan warisan budaya leluhur yang telah dijalankan secara turun-temurun oleh masyarakat Desa Jarak. Kepala Desa Jarak, Mohammad Toha, menjelaskan bahwa tradisi ini diawali dengan doa dan kirim doa kepada leluhur di Balai Desa Jarak serta Sendang Sumber Ubalan. Prosesi tersebut ditujukan sebagai bentuk penghormatan kepada para leluhur, pendiri desa, sekaligus doa agar masyarakat memperoleh keberkahan. “Kami berharap tradisi ini menjadi wujud rasa syukur masyarakat sekaligus doa agar petani dijauhkan dari hama, hasil panen semakin melimpah, kesejahteraan warga meningkat, dan Wisata Sumber Ubalan semakin dikenal masyarakat luas,” ujar Mohammad Toha.
Rangkaian Acara dan Partisipasi Masyarakat
Tahun ini, kirab menghadirkan lima tumpeng hasil bumi, terdiri atas empat tumpeng yang diarak dan satu tumpeng yang ditempatkan di lokasi kegiatan. Prosesi kirab dimulai dari Balai Desa menuju Sendang Sumber Ubalan, diiringi oleh warga yang mengenakan pakaian adat Jawa. Selain kirab hasil bumi, panitia juga membagikan 1.000 porsi dawet, 1.000 cangkir kopi, dan 1.000 porsi nasi pecel secara gratis kepada masyarakat. Seluruh sajian tersebut berasal dari hasil bumi serta swadaya warga Desa Jarak. Menurut Mohammad Toha, jumlah pengunjung yang hadir diperkirakan mencapai lebih dari 10.000 orang.
Dampak Ekonomi dan Pariwisata
Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Kediri, melalui Staf Bidang Jakala Disparbud Kabupaten Kediri, Achmad Khudori, mengapresiasi penyelenggaraan Sedekah Bumi Kirab Kebur Ubalan yang dinilai mampu menjaga kelestarian budaya sekaligus memperkuat daya tarik pariwisata daerah. Menurutnya, kegiatan berbasis tradisi seperti ini dapat menjadi magnet wisata yang berdampak pada pertumbuhan ekonomi masyarakat. “Pemerintah daerah akan terus mendorong pelestarian budaya lokal agar mampu berkembang menjadi daya tarik wisata yang memberi manfaat bagi masyarakat sekaligus menjaga kelestarian kawasan Sumber Ubalan,” kata Achmad Khudori. Wisata Sumber Ubalan sendiri kembali dibuka untuk masyarakat pada akhir tahun 2025 lalu setelah sebelumnya sempat berhenti beroperasi akibat pandemi COVID-19. Pemerintah desa berharap penyelenggaraan Sedekah Bumi Kirab Kebur Ubalan ini tidak hanya menjadi upaya melestarikan tradisi, tetapi juga mampu menghidupkan kembali potensi pariwisata kawasan Ubalan sehingga semakin banyak dikunjungi wisatawan lokal maupun luar daerah.
Testimoni Warga dan Harapan ke Depan
Salah seorang warga, Rani, mengaku senang dapat kembali mengikuti tradisi Sedekah Bumi Kebur Ubalan. “Suasananya sangat meriah dan berkesan. Semoga tahun depan acaranya bisa lebih ramai lagi dan tradisi ini terus dilestarikan,” kata Rani. Antusiasme warga terlihat dari partisipasi aktif dalam setiap rangkaian acara, mulai dari persiapan kirab hingga pembagian sajian gratis. Tradisi ini juga menjadi ajang silaturahmi antarwarga dan mempererat kebersamaan.
Kronologi Pelaksanaan Sedekah Bumi 2026
Berikut adalah kronologi kegiatan Sedekah Bumi Kirab Kebur Ubalan 2026:
- Pukul 07.00 WIB: Doa bersama dan kirim doa leluhur di Balai Desa Jarak.
- Pukul 08.00 WIB: Kirab tumpeng hasil bumi dimulai, diarak dari Balai Desa menuju Sendang Sumber Ubalan.
- Pukul 09.30 WIB: Tiba di Sendang Sumber Ubalan, doa bersama dan penempatan tumpeng.
- Pukul 10.00 WIB: Pembagian sajian gratis: dawet, kopi, dan nasi pecel.
- Pukul 12.00 WIB: Acara hiburan rakyat dan pentas seni budaya.
- Pukul 15.00 WIB: Penutupan acara.
Data Partisipasi dan Sajian Gratis
Berikut adalah data partisipasi dan sajian gratis yang dibagikan dalam acara Sedekah Bumi Kirab Kebur Ubalan 2026:
| Jenis Sajian | Jumlah | Sumber |
|---|---|---|
| Dawet | 1.000 porsi | Hasil bumi & swadaya warga |
| Kopi | 1.000 cangkir | Hasil bumi & swadaya warga |
| Nasi Pecel | 1.000 porsi | Hasil bumi & swadaya warga |
| Total Pengunjung | >10.000 orang | Estimasi panitia |
Implikasi bagi Pelestarian Budaya dan Pariwisata
Tradisi Sedekah Bumi Kirab Kebur Ubalan tidak hanya menjadi ritual tahunan, tetapi juga memiliki implikasi luas bagi pelestarian budaya dan pengembangan pariwisata di Kabupaten Kediri. Acara ini menjadi bukti bahwa kearifan lokal dapat berjalan beriringan dengan upaya pemulihan ekonomi pasca-pandemi. Dengan melibatkan seluruh elemen masyarakat, tradisi ini memperkuat identitas budaya sekaligus mendorong perekonomian lokal melalui sektor pariwisata. Pemerintah daerah diharapkan terus mendukung kegiatan serupa agar warisan budaya tetap lestari dan memberikan manfaat berkelanjutan bagi masyarakat.
Penutup
Di tengah arus modernisasi, tradisi Sedekah Bumi Kirab Kebur Ubalan 2026 menjadi oase yang mengingatkan kita akan pentingnya bersyukur dan menjaga hubungan dengan alam serta leluhur. Ribuan warga yang hadir dengan sukacita menjadi bukti bahwa tradisi ini masih relevan dan dicintai. Semoga semangat gotong royong dan rasa syukur ini terus menginspirasi generasi mendatang, dan Wisata Sumber Ubalan semakin bersinar sebagai destinasi budaya yang membanggakan.
Artikel ini ditinjau & dipublikasikan oleh Tim Editorial Suara Pecari.










