BRIN Kaji Pengembangan Gula Kristal Rafinasi di PG Pesantren Baru Kediri: Langkah Strategis Menuju Swasembada Gula
BRIN Kaji Pengembangan Gula Kristal Rafinasi di PG Pesantren Baru Kediri
Suara Pecari | Pabrik Gula (PG) Pesantren Baru milik PT Sinergi Gula Nusantara (SGN) menerima kunjungan tim Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) pada Rabu, 1 Juli 2026. Kunjungan ini merupakan bagian dari upaya memperkuat kolaborasi antara lembaga riset dan industri gula nasional guna meningkatkan kualitas produk serta mendukung target swasembada gula di Indonesia. Kerja sama antara BRIN dan PT Sinergi Gula Nusantara telah terjalin sejak April 2025. Melalui kunjungan lapangan ini, tim peneliti BRIN melakukan kajian teknis terhadap proses produksi sekaligus meninjau potensi pengembangan Gula Kristal Rafinasi (GKR) di PG Pesantren Baru.
Kedatangan tim BRIN di PG Pesantren Baru disambut oleh General Manager PG Pesantren Baru, Sugondo, beserta jajaran manajemen. Dalam sambutannya, Sugondo menjelaskan bahwa penelitian difokuskan pada evaluasi standar produksi Gula Kristal Rafinasi. Selain itu, BRIN juga menilai teknologi pengolahan yang digunakan agar selaras dengan perkembangan kebutuhan pasar. “Kedatangan di PG Pesantren Baru ini melakukan kajian teknis potensi pengembangan Gula Kristal Rafinasi (GKR) untuk mengevaluasi standar produksi dan teknologi pengolahan dalam menjawab kebutuhan pasar yang semakin berkembang,” ujarnya. Kajian tersebut mencakup sejumlah aspek penting, mulai dari kualitas produk, efisiensi proses produksi, hingga peluang pengembangan teknologi yang dapat meningkatkan daya saing industri gula nasional.
Fokus pada Mutu, Efisiensi, dan Standar SNI
Dalam kunjungan tersebut, tim BRIN meninjau mutu Gula Kristal Rafinasi agar memenuhi standar kualitas tinggi dan memiliki tingkat kemurnian sesuai kebutuhan industri. Selain itu, efisiensi mesin dan teknologi pengolahan juga menjadi perhatian. Langkah ini bertujuan agar proses produksi menjadi lebih hemat energi, produktivitas meningkat, serta biaya operasional dapat ditekan tanpa mengurangi kualitas produk. Tim peneliti juga memastikan proses produksi telah memenuhi Standar Nasional Indonesia (SNI). Kepatuhan terhadap standar ini dinilai penting agar gula yang dihasilkan memiliki kualitas yang konsisten dan mampu bersaing dengan produk impor.
Berikut adalah rincian aspek yang dikaji oleh tim BRIN di PG Pesantren Baru:
| Aspek Kajian | Deskripsi | Target |
|---|---|---|
| Kualitas Produk | Mutu Gula Kristal Rafinasi, tingkat kemurnian, warna, dan kebersihan | Memenuhi standar industri dan preferensi pasar |
| Efisiensi Proses | Konsumsi energi, produktivitas mesin, biaya operasional | Hemat energi, peningkatan produktivitas, penurunan biaya |
| Kepatuhan SNI | Pemenuhan Standar Nasional Indonesia untuk gula rafinasi | Konsistensi kualitas, daya saing terhadap impor |
| Teknologi Pengolahan | Evaluasi peralatan dan metode produksi terkini | Adopsi teknologi modern untuk efisiensi dan kualitas |
Kajian ini tidak hanya bersifat teknis, tetapi juga menyentuh aspek manajerial dan operasional. Tim BRIN berdiskusi dengan para operator pabrik untuk memahami kendala di lapangan, seperti fluktuasi bahan baku tebu dan pemeliharaan mesin. Dengan demikian, rekomendasi yang dihasilkan diharapkan bersifat aplikatif dan sesuai dengan kondisi riil pabrik.
Kronologi Kolaborasi BRIN dan PT Sinergi Gula Nusantara
Kolaborasi antara BRIN dan PT Sinergi Gula Nusantara tidak terjadi secara tiba-tiba. Berikut adalah kronologi singkat kerja sama ini:
- April 2025: Penandatanganan nota kesepahaman antara BRIN dan PT SGN untuk riset bersama di bidang industri gula.
- Oktober 2025: BRIN melakukan studi awal di PG Assembagoes Situbondo untuk mengevaluasi proses produksi Gula Kristal Putih.
- Januari 2026: BRIN merilis laporan awal yang merekomendasikan pengembangan Gula Kristal Rafinasi di beberapa pabrik, termasuk PG Pesantren Baru.
- Juli 2026: Kunjungan lapangan tim BRIN ke PG Pesantren Baru untuk kajian teknis potensi pengembangan GKR.
Kunjungan pada 1 Juli 2026 ini merupakan langkah konkret dari rekomendasi sebelumnya. Dengan adanya kajian mendalam, diharapkan PG Pesantren Baru dapat menjadi percontohan bagi pabrik gula lainnya dalam memproduksi Gula Kristal Rafinasi berkualitas tinggi.
Dampak dan Implikasi bagi Industri Gula Nasional
Pengembangan Gula Kristal Rafinasi di PG Pesantren Baru memiliki dampak yang luas, tidak hanya bagi perusahaan, tetapi juga bagi industri gula nasional secara keseluruhan. Berikut adalah beberapa dampak dan implikasinya:
Bagi Masyarakat
Dengan meningkatnya produksi Gula Kristal Rafinasi dalam negeri, masyarakat akan mendapatkan pasokan gula berkualitas dengan harga yang lebih stabil. Selama ini, Indonesia masih mengimpor gula rafinasi untuk memenuhi kebutuhan industri makanan dan minuman. Jika produksi dalam negeri mampu menggantikan impor, harga di tingkat konsumen dapat lebih terjangkau. Selain itu, lapangan kerja di sektor perkebunan tebu dan pabrik gula juga akan tercipta, terutama di wilayah Kediri dan sekitarnya.
Bagi Industri
Industri pengguna gula rafinasi, seperti industri minuman ringan, makanan olahan, dan farmasi, akan mendapatkan pasokan yang lebih terjamin dan sesuai standar. Dengan adanya kajian BRIN, kualitas produk diharapkan konsisten, sehingga mengurangi ketergantungan pada bahan baku impor yang rentan terhadap fluktuasi harga dan kurs. Hal ini juga akan meningkatkan daya saing produk Indonesia di pasar global.
Bagi Pemerintah
Pemerintah memiliki target ambisius untuk mencapai swasembada gula pada tahun 2028. Kolaborasi antara BRIN dan PT SGN merupakan salah satu pilar utama dalam mencapai target tersebut. Dengan riset yang mendalam, pemerintah dapat merumuskan kebijakan yang tepat, seperti insentif bagi pabrik gula yang mengadopsi teknologi efisien atau standarisasi mutu gula rafinasi nasional. Selain itu, keberhasilan PG Pesantren Baru dapat menjadi model bagi pabrik gula lain di Indonesia.
Dukung Daya Saing Industri Gula Nasional
Sugondo berharap hasil kajian bersama BRIN dapat menghasilkan rekomendasi serta inovasi yang dapat diterapkan di industri gula Indonesia. “Melalui sinergi antara dunia riset dan industri, kajian ini dapat menghasilkan rekomendasi dan inovasi yang mendukung peningkatan kualitas produk, efisiensi proses, serta daya saing industri gula Indonesia menuju kemandirian dan swasembada gula nasional,” katanya. Kolaborasi antara BRIN dan PT Sinergi Gula Nusantara diharapkan menjadi langkah strategis dalam mempercepat modernisasi industri gula nasional. Dengan dukungan riset dan inovasi, kualitas Gula Kristal Rafinasi dapat terus ditingkatkan sehingga mampu memenuhi kebutuhan dalam negeri sekaligus memperkuat daya saing Indonesia di pasar global.
Langkah BRIN dan PT SGN ini patut diapresiasi karena menunjukkan keseriusan dalam memajukan industri gula nasional. Tidak hanya berhenti pada produksi gula kristal putih, tetapi juga merambah ke produk bernilai tambah seperti gula rafinasi. Dengan terus mengembangkan riset dan inovasi, bukan tidak mungkin Indonesia akan menjadi pemain utama dalam industri gula di Asia Tenggara, bahkan dunia. PG Pesantren Baru kini menjadi salah satu pionir dalam transformasi ini, dan hasil kajian BRIN akan menjadi peta jalan bagi pabrik-pabrik gula lainnya.
Artikel ini ditinjau & dipublikasikan oleh Tim Editorial Suara Pecari.
Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.






