Airlangga Sebut Potensi AI Sektor Sipil Tembus USD 255 Miliar
Suara Pecari – Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, menyampaikan potensi besar industri kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) di sektor sipil Indonesia yang diperkirakan mencapai USD 255 miliar. Pernyataan ini disampaikan dalam acara Opening Ceremony Digital Transformation Indonesia (DTI) Series 2026 di Jakarta International Convention Center pada 5 Agustus 2026.
Potensi Besar Industri AI di Indonesia
Airlangga menyoroti bahwa industri AI di Indonesia masih sangat terbuka dan belum didominasi oleh kelompok usaha besar atau konglomerat. Kondisi ini membuka peluang luas bagi pelaku usaha dan investor, baik dari dalam maupun luar negeri, untuk mengembangkan bisnis di sektor ini.
Menurutnya, bisnis AI memiliki keunggulan modal yang lebih rendah dan bersifat scalable dibandingkan industri manufaktur konvensional yang membutuhkan investasi besar untuk pembangunan pabrik. Hal ini menjadikan momentum saat ini sangat tepat untuk menanamkan modal di industri AI nasional.
Peran Indonesia dalam Ekosistem AI Global
Pemerintah Indonesia terus memperkuat posisi dalam ekosistem AI global melalui keikutsertaan sebagai founding member World AI Cooperation Organization di bawah naungan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB). Organisasi ini fokus pada pemanfaatan AI untuk kebutuhan sektor sipil, termasuk bidang Internet of Things, Machine Learning, dan Human-Machine Interaction.
Transformasi Industri Manufaktur
Airlangga juga mengungkapkan bahwa perkembangan AI akan mengubah lanskap industri manufaktur di Indonesia. Banyak pabrik mulai mengandalkan robot dalam proses produksi yang memungkinkan operasional tanpa perlu penerangan, karena robot dapat bekerja secara otomatis dan efisien.
Penguasaan Hak Kekayaan Intelektual
Selain memperkuat kerja sama internasional, Indonesia telah berhasil mengamankan enam intellectual property (IP) dari perusahaan teknologi ARM. Kepemilikan IP ini menjadi modal penting dalam pengembangan industri semikonduktor dan teknologi nasional, di tengah persaingan global yang semakin ketat dalam penguasaan hak kekayaan intelektual.
Airlangga menekankan bahwa penguasaan IP menjadi faktor kunci dalam kompetisi teknologi global, di mana negara-negara berlomba untuk mengamankan hak kekayaan intelektual yang strategis.
Artikel ini ditinjau & dipublikasikan oleh Tim Editorial Suara Pecari.










