Wanita Korban Penembakan OPM Akhirnya Ditemukan di Yahukimo
Suara Pecari, Yahukimo – Jenazah seorang wanita korban penembakan yang diduga dilakukan oleh Organisasi Papua Merdeka (OPM) akhirnya berhasil ditemukan dan dievakuasi oleh pasukan Komando Operasi Khusus (Koops) TNI Habema di Kabupaten Yahukimo, Papua Pegunungan. Korban bernama Teina Alya, warga asal Una Ukam, ditemukan di dasar jurang sedalam sekitar 50 meter di wilayah Kali Fis.
Evakuasi jenazah ini dilakukan setelah adanya permintaan langsung dari keluarga korban yang diwakili Kepala Suku Una Ukam dan Kepala Distrik Bomale. Proses evakuasi yang berlangsung di medan terjal dan curam tersebut menggunakan teknik rappelling komando untuk memastikan keselamatan dan mempercepat proses penanganan jenazah.
Insiden Penembakan dan Kontak Senjata
Penemuan jenazah Teina Alya merupakan bagian dari rangkaian insiden kekerasan yang terjadi di wilayah Papua Pegunungan. Pada Minggu, 2 Agustus 2026 malam, terjadi penembakan terhadap para pekerja proyek jalan di Kabupaten Tolikara yang mengakibatkan empat orang tewas dan satu orang dinyatakan hilang. Kodam Cenderawasih mengidentifikasi bahwa pelaku penembakan tersebut berasal dari kelompok OPM pimpinan Botak Wanimbo dan Teranus Enumbi.
Selain itu, upaya evakuasi jenazah Teina Alya memicu kontak tembak antara pasukan Koops Habema dengan anggota OPM di wilayah Kali Fis, Yahukimo. Dalam peristiwa tersebut, dua dari sepuluh anggota OPM tewas setelah melakukan serangan bersenjata terhadap pasukan TNI. Kontak senjata terjadi saat pasukan TNI hendak menangkap anggota OPM dan mengevakuasi jenazah korban.
Respon dan Tindakan TNI
Kapendam XVII/Cenderawasih, Kolonel Try Purwanto, mengecam keras aksi kekerasan yang menyebabkan hilangnya nyawa warga sipil yang sedang bekerja membangun infrastruktur di Papua. Aparat gabungan TNI-Polri kini tengah melakukan pengejaran dan penegakan hukum terhadap pelaku penembakan tersebut untuk memulihkan keamanan dan mendukung percepatan pembangunan wilayah Papua.
Panglima Komando Operasi Khusus TNI Habema, Mayjen TNI Yudha Airlangga, menyampaikan apresiasi kepada pasukan yang telah berjuang di medan berat untuk evakuasi korban dan menindak tegas kelompok separatis yang melakukan pelanggaran hukum. Ia menegaskan bahwa tindakan tegas akan terus dilakukan untuk menjaga ketertiban dan melindungi masyarakat asli Papua dari kekerasan yang dilakukan kelompok separatis tersebut.
Konteks dan Dampak
Insiden penembakan yang menewaskan warga sipil dan pekerja proyek infrastruktur ini menunjukkan tantangan keamanan yang masih dihadapi di wilayah Papua Pegunungan. Aksi kekerasan yang dilakukan oleh kelompok OPM tidak hanya mengancam keselamatan masyarakat, tetapi juga menghambat pembangunan dan kesejahteraan di daerah tersebut.
Proses evakuasi jenazah yang rumit dan kontak senjata yang terjadi selama operasi penangkapan menegaskan kompleksitas situasi di wilayah ini, yang memerlukan penanganan serius dari aparat keamanan dan dukungan berbagai pihak untuk menciptakan kondisi yang kondusif bagi masyarakat Papua.
Jenazah Teina Alya saat ini telah berada di Rumah Sakit Dekai dan rencananya akan dimakamkan secara adat oleh keluarga. Upaya-upaya pemulihan keamanan dan pembangunan di wilayah ini akan terus menjadi fokus utama pemerintah dan aparat keamanan.
Artikel ini ditinjau & dipublikasikan oleh Tim Editorial Suara Pecari.










