Gus Yahya Bawa LPJ Hampir 1.000 Halaman ke Muktamar ke-35 NU

Gus Yahya Bawa LPJ Hampir 1.000 Halaman ke Muktamar ke-35 NU

Suara Pecari, Jombang – Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Yahya Cholil Staquf atau Gus Yahya membawa laporan pertanggungjawaban (LPJ) kepengurusan periode 2021-2026 ke Muktamar ke-35 NU yang berlangsung di Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas, Jombang, Jawa Timur. Dokumen LPJ tersebut memiliki ketebalan hampir 1.000 halaman, mencerminkan padatnya program dan kegiatan yang telah dijalankan selama lima tahun kepengurusan.

Gus Yahya menyatakan bahwa LPJ ini merupakan jawaban atas amanah Muktamar ke-34 NU di Lampung, di mana hampir seluruh mandat dan target yang diberikan telah terlaksana dengan baik. Selain dokumentasi tertulis, capaian kepengurusan tersebut juga dirasakan langsung oleh jajaran Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) dan Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) di berbagai daerah.

Isi dan Manfaat LPJ

LPJ yang disusun setebal hampir 1.000 halaman ini memuat berbagai program besar dan kegiatan yang telah dilaksanakan PBNU selama satu periode kepengurusan. Gus Yahya menegaskan bahwa pembaruan manajemen dan sistem kerja modern telah meningkatkan kinerja organisasi, serta mempermudah tata kelola di tingkat akar rumput. Hal ini memberikan kemudahan bagi pengurus wilayah dan cabang dalam menjalankan tugasnya.

Sidang Pleno II dan Persetujuan LPJ

Dalam Sidang Pleno II Muktamar ke-35 NU yang berlangsung pada Jumat, 28 Agustus 2026, LPJ PBNU disampaikan dan dibahas secara tuntas selama 3,5 jam. Sidang yang dipimpin oleh KH Ahmad Said Asrori dan Prof M Nuh berlangsung serius dan kondusif dengan pengamanan ketat untuk menjaga ketertiban. Para muktamirin sepakat menerima LPJ tersebut tanpa alasan penolakan, menandai kepercayaan terhadap kinerja PBNU selama lima tahun terakhir.

NU sebagai Kekuatan Global

Dalam penyampaian LPJ, Gus Yahya juga menegaskan bahwa Nahdlatul Ulama kini telah menjadi kekuatan global yang diakui oleh masyarakat internasional sebagai organisasi Islam terbesar di dunia. Banyak aktor global dan internasional yang berupaya melibatkan NU dalam berbagai inisiatif karena legitimasi keulamaan dan pengaruh sosial yang kuat. Pengalaman NU dianggap dapat memberikan kontribusi penting dalam menjawab persoalan global.

Menepis Isu Intervensi dalam Muktamar

Di tengah penguatan posisinya dalam bursa calon Ketua Umum PBNU, Gus Yahya menanggapi isu dugaan intervensi terhadap PWNU dan PCNU yang disebut memberikan dukungan kepadanya. Ia menegaskan bahwa pengurus wilayah dan cabang memiliki integritas tinggi dan tidak mudah dipengaruhi oleh kepentingan pragmatis. Para pemilik suara dalam muktamar dipastikan akan menentukan pilihan secara mandiri tanpa tekanan eksternal.

Optimisme Gus Yahya didasarkan pada bukti nyata pembaruan manajemen dan sistem kerja yang telah meningkatkan kinerja organisasi. Dengan laporan pertanggungjawaban yang lengkap dan diterima secara positif oleh para muktamirin, PBNU diharapkan dapat melanjutkan peran strategisnya baik di tingkat nasional maupun internasional.

Artikel ini ditinjau & dipublikasikan oleh Tim Editorial Suara Pecari.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *