ASDP Khususkan Dermaga LCM dan MB IV Ketapang untuk Truk Logistik LPP RRI

ASDP Khususkan Dermaga LCM dan MB IV Ketapang untuk Truk Logistik LPP RRI

Suara Pecari, BanyuwangiASDP bersama Badan Pengelola Transportasi Darat (BPTD) Ketapang mulai memberlakukan kebijakan khusus di Pelabuhan Ketapang pada Jumat malam, 18 September 2026. Kebijakan ini mengatur bahwa kapal penyeberangan yang bersandar di Dermaga LCM dan MB IV hanya diperbolehkan mengangkut kendaraan logistik. Tujuan utama kebijakan ini adalah mempercepat layanan penyeberangan dan mengurangi antrean kendaraan yang kerap terjadi di pelabuhan.

Kebijakan dan Koordinasi Antarlembaga

General Manager ASDP Cabang Ketapang, Media Syahrianto, menjelaskan bahwa kebijakan ini lahir dari rapat koordinasi sejumlah pemangku kepentingan, termasuk BPTD Ketapang, Gapasdap, INFA, KSOP, dan Kepolisian. Mereka sepakat untuk mengutamakan percepatan layanan dengan tetap menjaga aspek keselamatan pelayaran.

Menurut Media Syahrianto, Dermaga LCM dan Dermaga MB IV di Ketapang khusus digunakan untuk truk logistik, sementara Dermaga MB IV di Gilimanuk masih melayani kendaraan pribadi berukuran sedang. Kebijakan ini bersifat sementara, menunggu peningkatan kapasitas Dermaga MB II di Gilimanuk yang ditargetkan selesai pada Desember 2026.

Penerapan Pola Operasi dan Pengelolaan Antrean

ASDP juga membuka peluang penerapan pola operasi tiba bongkar berangkat (TBB) pada kondisi tertentu untuk menangani antrean kendaraan yang masih terjadi di Pelabuhan Ketapang. Namun, pola ini akan diterapkan secara selektif agar tidak mengganggu jadwal operasional kapal reguler.

Meski tren antrean sudah mulai berkurang, antrean kendaraan menuju Pelabuhan Ketapang sempat mencapai belasan kilometer. Salah seorang sopir truk, Yoyok, menceritakan pengalamannya terjebak kemacetan selama hampir 35 jam hingga akhirnya truknya baru memasuki area parkir Bulusan pada Jumat siang.

Dampak bagi Logistik dan Transportasi

Kebijakan ini penting untuk mendukung kelancaran distribusi logistik antar pulau, terutama untuk pengiriman barang penting seperti buah segar yang harus dijaga kualitasnya. Misalnya, truk yang dikemudikan Yoyok dilengkapi sistem pendingin untuk menjaga kualitas muatan meski waktu tempuh menjadi lebih lama akibat antrean.

Dengan mengkhususkan dermaga untuk truk logistik, ASDP berharap dapat meningkatkan efisiensi penyeberangan sekaligus mendorong kelancaran arus barang di jalur Ketapang-Gilimanuk.

Artikel ini ditinjau & dipublikasikan oleh Tim Editorial Suara Pecari.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *