Dudung Ungkap 67 Pesawat Pemadam Karhutla Tidak Bisa Terbang karena Jarak Pandang Terbatas

Suara Pecari – Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan (Menko Polkam) Dudung Abdurachman menyatakan bahwa sebanyak 67 pesawat pemadam kebakaran hutan dan lahan (karhutla) tidak dapat melakukan penerbangan akibat jarak pandang yang terbatas, yaitu di bawah 1.000 meter. Kondisi ini menjadi kendala utama dalam operasi pemadaman udara yang berlangsung di wilayah Kalimantan dan Sumatera Selatan.

Hambatan Operasional Pesawat Pemadam Karhutla

Dudung menjelaskan bahwa dari total armada yang dikerahkan, terdapat 47 pesawat di Kalimantan dan 20 pesawat di Sumatera Selatan yang tidak bisa terbang karena visibilitas di lokasi kebakaran sangat rendah. Kondisi jarak pandang yang kurang dari 1.000 meter membuat penerbangan pesawat pemadam menjadi tidak aman dan tidak efektif.

Baca juga:

Menko Polkam juga membandingkan dengan pengalaman Jepang yang hanya melakukan beberapa kali penerbangan karena menetapkan standar jarak pandang minimum hingga 5.000 meter untuk operasi udara pemadaman. Standar tersebut menjamin kondisi penerbangan yang aman dan jelas di udara.

Bantuan Internasional dan Teknologi Penanganan Karhutla

Selain menghadapi kendala jarak pandang, Dudung menyebutkan bahwa beberapa negara seperti Australia, Malaysia, dan Singapura telah menawarkan bantuan untuk penanganan karhutla di Indonesia. Bantuan dari Australia berupa tenaga teknis atau penasihat yang dapat memberikan masukan strategis dalam penanggulangan kebakaran.

Dudung juga menyinggung pengalaman Brasil yang memiliki keahlian dalam menangani kebakaran hutan di kawasan Amazon. Bantuan tersebut dipandang dapat menjadi sumber pembelajaran dalam mengatasi karhutla di Indonesia.

Selain tenaga ahli, Indonesia juga telah menguji beberapa metode pemadaman kebakaran secara inovatif, seperti metode injection untuk lahan gambut dan penggunaan dry ice. Namun, rincian teknis dan hasil pengujian metode tersebut belum dijelaskan secara detail.

Baca juga:

Kondisi Jarak Pandang dan Dampaknya pada Bantuan Asing

Dudung memperingatkan bahwa pesawat bantuan dari negara tetangga seperti Malaysia juga berpotensi mengalami kendala yang sama jika kondisi jarak pandang di lokasi kebakaran belum memungkinkan. Oleh karena itu, kedatangan bantuan udara dari luar negeri tidak akan efektif tanpa perbaikan kondisi cuaca dan visibilitas di lapangan.

Harapan dan Ajakan Dukungan Masyarakat

Menko Polkam berharap penanganan karhutla dapat berjalan lebih efektif dengan memanfaatkan bantuan tenaga ahli dan teknologi yang ada. Ia juga mengajak masyarakat untuk memberikan dukungan penuh kepada petugas yang bekerja keras di lapangan demi mengatasi kebakaran hutan dan lahan yang masih berlangsung.

Artikel ini ditinjau & dipublikasikan oleh Tim Editorial Suara Pecari.

Baca juga:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *