Pelaku UMKM Malang Optimistis Penjualan Meningkat lewat Platform Digital
Pelatihan Digital Dorong Optimisme Pelaku UMKM Malang
Suara Pecari, Malang, 6 Juli 2026 – Geliat transformasi digital merambah sektor usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di Kota Malang. Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) STIE Malangkucecwara baru saja menggelar pelatihan pemasaran digital yang diikuti puluhan pelaku UMKM. Salah satu peserta, Reza Syahputra, mengaku optimistis bahwa kehadiran platform digital seperti Shopee akan meningkatkan penjualan usahanya secara signifikan.
Reza, yang menjalankan usaha bakso sayur di dua lokasi—Jalan Jakarta dan Jalan Tlogomas—selama ini hanya mengandalkan penjualan langsung (offline). Ia mengaku sempat ragu untuk beralih ke online karena minimnya pemahaman teknis. “Selama ini saya belum berjualan di Shopee. Saya ikut pelatihan ini karena ingin belajar supaya bisa memasarkan produk secara online,” ujarnya pada Sabtu, 4 Juli 2026.
Mengapa Platform Digital Menjadi Kunci?
Tren belanja online yang terus meningkat, terutama di kalangan muda, mendorong pelaku UMKM untuk beradaptasi. Data Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII) menunjukkan bahwa pada tahun 2025, penetrasi internet di Indonesia mencapai 79,5%, dengan lebih dari 70% pengguna melakukan transaksi e-commerce. Malang, sebagai salah satu kota pendidikan dengan populasi mahasiswa yang besar, menjadi pasar potensial bagi produk-produk UMKM yang dijual secara digital.
Reza menyadari bahwa penjualan langsung masih berjalan cukup baik, namun ia meyakini bahwa kehadiran di marketplace akan memperluas jangkauan dan meningkatkan jumlah pelanggan. “Saya lihat anak-anak muda sekarang lebih suka belanja online. Kalau saya tidak ikut, nanti ketinggalan,” tambahnya.
Pelatihan LPPM STIE Malangkucecwara: Konten dan Dampak
Pelatihan yang digelar LPPM STIE Malangkucecwara merupakan bagian dari program pendampingan UMKM yang bertujuan meningkatkan daya saing bisnis melalui teknologi digital. Materi pelatihan mencakup cara mendaftar di marketplace, mengelola toko online, fotografi produk, dan strategi promosi sederhana. Berikut adalah rincian materi yang disampaikan:
| Materi | Durasi | Pemateri |
|---|---|---|
| Pengenalan Marketplace (Shopee, Tokopedia) | 2 jam | Tim LPPM |
| Pendaftaran dan Pengaturan Toko | 1,5 jam | Praktisi Digital |
| Fotografi Produk dengan Smartphone | 1 jam | Fotografer Profesional |
| Strategi Promosi dan Diskon | 1,5 jam | Marketing Expert |
Program ini mendapat sambutan positif. Banyak peserta yang sebelumnya buta teknologi kini mulai berani mencoba. Reza, misalnya, setelah pelatihan langsung mendaftarkan usaha bakso sayurnya di Shopee dan mulai mempelajari cara mengelola etalase digital.
Dampak Ekonomi dan Sosial bagi Pelaku UMKM
Langkah Reza dan peserta lainnya mencerminkan perubahan paradigma di kalangan UMKM Malang. Menurut data Dinas Koperasi dan UKM Kota Malang, terdapat lebih dari 15.000 UMKM aktif di kota ini, namun baru sekitar 30% yang memanfaatkan platform digital. Dengan adanya pelatihan seperti ini, diharapkan angka tersebut meningkat.
Dampak langsung yang dirasakan peserta antara lain:
- Peningkatan Jangkauan Pasar: Produk dapat diakses oleh konsumen di luar Malang, bahkan luar Jawa.
- Efisiensi Biaya Promosi: Biaya iklan digital lebih murah dibandingkan spanduk atau brosur fisik.
- Kemudahan Transaksi: Sistem pembayaran digital mempercepat proses jual-beli.
- Data Pelanggan: Marketplace menyediakan data demografis yang membantu pengembangan produk.
Namun, tantangan juga masih ada. Keterbatasan literasi digital, infrastruktur internet yang belum merata, dan biaya komisi marketplace menjadi kendala. Reza mengaku masih perlu belajar tentang manajemen inventaris dan pengiriman produk. “Saya masih bingung soal ongkos kirim dan cara ngatur stok. Tapi saya yakin pelan-pelan bisa,” ujarnya optimistis.
Harapan ke Depan: Punya Tempat Usaha Sendiri
Di sela-sela pelatihan, Reza menyampaikan impiannya. “Semoga usaha saya bisa terus berkembang, penjualannya semakin lancar, dan suatu saat bisa punya tempat usaha sendiri,” katanya. Saat ini ia masih menyewa lapak di dua lokasi. Dengan tambahan penjualan online, ia berharap bisa mengumpulkan modal untuk memiliki gerai permanen.
Impian Reza bukan sekadar angan. Banyak kisah sukses UMKM yang berawal dari platform digital. Misalnya, brand makanan lokal seperti “Bakso Cak Man” yang awalnya hanya berjualan gerobak, kini memiliki tiga cabang setelah go online. Pelatihan seperti ini menjadi katalis yang mempercepat proses tersebut.
Peran Pemerintah dan Akademisi
LPPM STIE Malangkucecwara berencana menggelar pelatihan lanjutan yang lebih mendalam, termasuk tentang optimasi mesin pencari (SEO) dan iklan berbayar. Ketua LPPM, Dr. Andi Prasetyo, mengatakan bahwa program ini sejalan dengan visi pemerintah kota untuk mendorong Malang sebagai kota digital. “Kami tidak hanya memberikan teori, tapi pendampingan hingga peserta benar-benar bisa mandiri,” ujarnya.
Pemerintah Kota Malang melalui Dinas Koperasi dan UKM juga mendukung dengan menyediakan fasilitas co-working space dan akses internet gratis di beberapa titik. Sinergi antara akademisi, pemerintah, dan pelaku usaha diharapkan mampu menciptakan ekosistem digital yang inklusif.
Penutup
Di tengah arus digitalisasi yang tak terbendung, pelaku UMKM seperti Reza Syahputra adalah wajah optimisme Indonesia. Mereka tidak hanya bertahan, tetapi juga berani melompat ke ranah baru yang penuh peluang. Pelatihan pemasaran digital dari LPPM STIE Malangkucecwara menjadi bukti bahwa dengan bimbingan yang tepat, setiap pedagang kecil pun bisa bersaing di pasar global. Jika tren ini terus berlanjut, bukan tidak mungkin Malang akan melahirkan generasi baru pengusaha digital yang tangguh dan mandiri. Dan bagi Reza, langkah kecil di Shopee hari ini adalah batu loncatan menuju tempat usaha impiannya.
Artikel ini ditinjau & dipublikasikan oleh Tim Editorial Suara Pecari.










