Skema Pembiayaan LRT Haga-Utsunomiya yang Unik, Bikin Tarif Lebih Murah dari Bus
Suara Pecari, Utsunomiya – LRT Haga-Utsunomiya di Kota Utsunomiya, Jepang, menerapkan skema pembiayaan unik yang menghasilkan tarif perjalanan lebih murah dibandingkan bus untuk jarak yang sama. Skema ini memisahkan antara pembangunan infrastruktur yang ditanggung pemerintah dan operasional layanan yang dijalankan oleh sektor swasta.
Skema Pembiayaan dan Operasional yang Inovatif
Pembangunan LRT ini menggunakan model Publicly Built, Privately Operated Vertical Separation, di mana pemerintah kota Utsunomiya dan Haga bertanggung jawab atas pembangunan rel, depo, dan armada LRT senilai 68,4 miliar yen (sekitar Rp 7,6 triliun). Sebagian besar biaya infrastruktur ditanggung oleh pemerintah, termasuk subsidi pemerintah pusat dan obligasi daerah yang dicicil selama 20 tahun.
Operasional LRT dijalankan oleh Utsunomiya Light Rail Co., Ltd., yang menyewa armada dari pemerintah dan hanya menanggung biaya operasional harian seperti tenaga kerja. Skema ini membuat perusahaan swasta bisa menjalankan layanan secara ringan dan stabil.
Tarif Lebih Murah Dibandingkan Bus
Tarif LRT dihitung berdasarkan jarak, dengan contoh tarif 400 yen (sekitar Rp 40 ribu) dari pintu timur stasiun ke kawasan industri Haga-Takanezawa. Tarif ini lebih murah dibandingkan bus yang mencapai 900-1.000 yen untuk jarak yang sama. Keunggulan tarif ini mendukung mobilitas warga dengan biaya lebih efisien.
Strategi Tata Kota dan Jaringan Transportasi
LRT Haga-Utsunomiya menjadi bagian dari strategi Network-type Compact City (NCC) yang bertujuan mengatasi masalah penurunan penduduk dan ketergantungan pada mobil pribadi. LRT berfungsi sebagai tulang punggung transportasi publik arah timur-barat, melengkapi jalur kereta JR yang melayani arah utara-selatan, serta terintegrasi dengan jaringan bus, taksi, dan moda transportasi lokal lainnya.
Empat Inisiatif Utama
- Membangun LRT sebagai transportasi inti.
- Menata ulang rute bus yang ada agar lebih efektif.
- Memperkenalkan transportasi lokal untuk area yang tidak terjangkau bus.
- Membangun pusat transit untuk kemudahan perpindahan antarmoda.
Fasilitas dan Teknologi LRT
Trem LRT memiliki panjang sekitar 30 meter dengan tiga gerbong dan dilengkapi akses tanpa hambatan tinggi antara peron dan lantai trem. Sistem pembayaran menggunakan kartu bernama ‘totrax’ yang terintegrasi dengan kartu Suica dan menyediakan program dukungan untuk lansia, termasuk poin bulanan dan tarif harian maksimum khusus lansia.
Selain itu, LRT ini menggunakan listrik 100 persen dari sumber energi terbarukan, yaitu fasilitas pengolahan sampah Clean Park Mobara dan panel surya di atap rumah warga. Pendekatan ini mendukung kelestarian lingkungan dan efisiensi energi.
Rencana Perluasan Rute dan Proyeksi Penumpang
Perusahaan LRT berencana memperpanjang rute sejauh 5 kilometer ke arah barat kota yang akan melintasi Stasiun Utsunomiya milik JR. Dengan perpanjangan ini, total rute akan mencapai sekitar 20 kilometer dengan proyeksi penumpang harian mencapai 31 ribu orang.
Perluasan ini juga menargetkan pelajar sebagai segmen utama penumpang, serta mendorong penataan ulang kota agar pusat kota lebih mudah diakses melalui transportasi publik dan ramah pejalan kaki.
Artikel ini ditinjau & dipublikasikan oleh Tim Editorial Suara Pecari.










