Kalung Berlian 200 Karat Dicuri dari Museum di Wina, Austria

Kalung Berlian 200 Karat Dicuri dari Museum di Wina, Austria

Suara Pecari, Wina – Sebuah kalung berlian seberat 200 karat yang merupakan karya Van Cleef Arpels dicuri dari Museum of Applied Arts (MAK) di Wina, Austria. Pencurian ini dilakukan oleh dua pria yang membeli tiket masuk museum, kemudian memecahkan lemari kaca tempat kalung tersebut dipajang.

Fakta Utama Pencurian

Peristiwa pencurian terjadi pada Kamis, 27 Agustus 2026. Polisi setempat mengungkapkan bahwa kedua pelaku tidak menggunakan penutup wajah dan terekam jelas oleh kamera pengawas saat melakukan aksi tersebut. Mereka memecahkan lemari kaca menggunakan palu sebelum membawa kabur kalung tersebut ke arah yang tidak diketahui.

Deskripsi Kalung dan Pameran

Kalung yang dicuri merupakan bagian dari pameran yang menampilkan karya-karya desainer asal Prancis, Van Cleef Arpels. Kalung tersebut terdiri dari 673 berlian dengan total berat 200 karat dan bernilai jutaan dolar. Pameran ini telah berlangsung sejak Juni dan dijadwalkan berakhir pada 27 September 2026, menampilkan sekitar 500 karya seni perhiasan.

Sejarah dan Nilai Budaya Kalung

Kalung ini memiliki nilai sejarah yang tinggi karena dirancang khusus untuk keluarga kerajaan Mesir. Salah satu pemakainya adalah Ratu Nazli pada tahun 1939 saat acara pernikahan putrinya, Putri Faiza, dengan calon Shah Iran Mohammad Reza Pahlavi. Van Cleef Arpels menyebut karya ini sebagai “triumph of white jewellery” di situs resminya.

Tanggapan Museum dan Kepolisian

Pihak Museum of Applied Arts (MAK) telah mengonfirmasi pencurian tersebut, namun belum memberikan komentar lebih lanjut. Meskipun area tempat pencurian sempat ditutup, bagian museum tersebut dibuka kembali beberapa jam kemudian dengan lemari kaca yang pecah ditutupi panel berwarna biru tanpa pemberitahuan resmi mengenai kejadian tersebut.

Perkembangan dan Investigasi

Polisi masih melakukan penyelidikan terkait kasus ini. Identitas kedua pelaku dan keberadaan kalung hingga kini belum diketahui. Pencurian ini menimbulkan keprihatinan karena nilai sejarah dan materi kalung yang sangat tinggi, serta menjadi peringatan bagi keamanan museum di Eropa.

Artikel ini ditinjau & dipublikasikan oleh Tim Editorial Suara Pecari.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *